Belajar Untuk Mandiri
Kadang,, ketika pikiran ini melayang jauh melanglang menembus masa depan tanpa batas dan bebas berimajinasi,, dan dengan sekejap, semua tersirat dalam angan. Semua keinginan yang tersembunyi muncul secara tak sadar memenuhi otak dan membuyar seperti ombak pemecah karang. Semua keinginan yang terselubung keluar begitu saja tanpa batas dan kesadaran, membuai angan, menggetar sirat dan tersenyum menatapnya.
Sebagai manusia semua tampak wajar menanggapinya. Manusia memiliki segudang cita-cita yang diinginkan untuk masa depannya. Dan semuanya tentang kebahagiaan. Kebahagiaan sebagai manusia yang berhasil, kebahagiaan menatap indahnya dunia. Dan tetap pada Kebahagaiaan..Tidak ada yang lain..
Lalu timbul pertanyaan..??
Hmmm…
"Mudahkah mendapatkan itu semua..???" atau "adakah rintangan2x yang menghalangi tujuan kita untuk mendapatkan kebahagiaan itu..??" hmm..Atau mungkin pertanyaan yg lebih extreem lagi.."
"adakah tujuan hidup untuk manusia selain mencari kebahagiaan..??" adakah…????
Kebahagiaan adalah segalanya..kebahagiaan adalah semua…dan harus dengan segera diraih..terus berteriak dan terua kobarkan semangat.. yeahh..!!…Pantang menyerah…!! tapi, dalam kesunyian…kesunyiaan…hmm..mmm…
Sambil berjalan coba tengok para sufi dan semua pengikutnya,,semua bisu tak berkata-kata, seolah-olah mati, tanpa tenaga untuk mengucapkan sepatah katapun. mereka telah meninggalkan harapan untuk beroleh manfaat dari ucapan dan benar-benar telah menyerahkan jiwa mereka kepada malaikat maut. Mereka tidak melakukan apa-apa, kecuali shalat lima waktu. Mereka telah kehilangan konsep tentang perbedaan antara surga dan neraka.Mereka melupaannya. Mereka tidak lagi merasakan perbedaan antara hal-hal yg bersifat material maupun spiritual. Mereka bahkan telah berhenti memohon kepada Tuhan apa yg mereka inginkan.
Yupz.. gw bersyukur, gak nganggur lagi… jadi operator warnet sekarang…
Sepeninggalannya dari Setrasariputra memang semua ngerasa was-was. Mulai dari awal lagi meniti kehidupan untuk mencapai kesejahteraan hidup seperti yang Setrasariputra berikan ke temen-temen semua. Keharmonisan, dan kesejahteraan. Yah.. semua memang gak ada yg kekal. Semua harus memakluminya. Itulah kehidupan. Kehidupan yang penuh teka-teki. Kita gak tahu mau jadi apa nanti 10 tahun mendatang. Yang pasti segalanya harus kita terima dengan ikhlas. Perpisahan dan pertemuan sudah menjadi tradisi dalam cerita kehidupan manusia. Dan harusnya setiap manusia harus sadar akan perannya. Sehinga tidak ada lagi rasa berontak akan kekecewaan, rasa tangis akan perpisahan, dan segalanya. Jadilah manusia dewasa yang sadar akan perannya sebagai manusia. Dan jangan lupa dengan misi manusia di Bumi. yupz..Ibadah yang takkan pernah mati.
Dalam kehidupan ini, banyak orang terikat dengan kekayaan, ketenaran, percintaan, status sosial, pekerjaan yang nyaman, dan kenikmatan duniawi lainnya. Itu semua membuat mereka tidak bisa hidup. Mereka merasa "bisa hidup" apabila dibekali semua kenikmatan hidup itu. Oleh karena itu , mereka senantiasa hidup dalam keadaan stres dan ketakutan akan kehilangan semuanya. Dengan kedua tangan , mereka mengambil lebih dari dua vas bunga yang mudah pecah. Mereka terus berhati-hati dan takut jika vas bunga itu terjatuh dan pecah. Oleh karena itu , hidup mereka penuh dengan beban dan tekanan.
Yaa… Keadaan ini memang harus direlakan . Setelah kejadiann ini suasananya memang agak sedikit berubah. Tidak seperti dulu yang selalu bergelak tawa, bercengkeraman harmonis, yang selalu membuat suasana menjadi hangat. Sekarang, sudah tidak ada lagi guyonan khas Botax yang selalu membuat ramai suasana. Galaknya Pak Warsino ketika sedang melihat gw sedang asyik tidur di pantry bareng Pak Usman. Muka culunnya Bariah, gaya sok tahunya Riky, sangarnya omelan Ery ketika sedang memelototi Dauz yang malah asyik-asyik makan (bukannya kerja) , nasehat-nasehat Pak Amsar yang selalu membuat hati gw damai, gaya kekanak-kanakkan Ela yang gampang banget gw kadalin. Dan takutnya temen2x Setrasariputra ketika Pak Adi dan Pak Ardhin (Biro Umum) mengecek hasil kerja lantai per lantai.
Yupz… Minggu-minggu penyibukan. Semua berkemas, rapikan peralatan , awas jangan ada yang tertinggal, jangan lupa berpamitan– untuk meninggalkann kesan harmonis. Simpan semua kenangan, dan tetap tersenyum. Tariklah napas dalam-dalam untuk memasrahkan segala sesuatu pada-Nya. , karena hanya itulah semangat terakhir yang bisa kita lakukan. Yah … minimal dalam upaya proses pendewasaan diri. Dan jangna lupa bermaaf-maafan untuk semuanya, jangan sampai kepergian kita meninggalkan dosa yang masih bersarang di hati , dan belum terhapuskan. 
